Kasus Mutilasi Korban Di Thailand

Kasus Mutilasi Korban Di Thailand sebagai Konspirasi Misteri – Tentunya kalian masih ingat mengenai 2 mayat yang tak dikenal serta ditemukan di sekitar Sungai Mekong. Kedua orang itu dikenal sebagai aktivis yang sukses melarikan diri ketika kudeta pada tahun 2014 yang lalu.

Mengenai kasus yang satu ini dikenal sebagai konspirasi misteri dikarenakan tak jelas status hukumnya sampai sekarang bersama dengan beberapa aktivis yang telah hilang sejak tanggal 12 December 2014 yang lalu. Mari simak kembali berita informasi dibawah ini.

Kasus Mutilasi Korban Diduga Karena Melakukan Kritikan Kepada Pemerintah Thailand

Sesuai informasi dari PBB mengungkapkan bahwa 5 orang aktivis tersebut dinyatakan hilang dan sebelumnya tinggal di Laos. Awalnya mayat aktivis tersebut pun mulai ditemukan kembali pada akhir tahun 2014 lalu.

Kasus Mutilasi Korban Di Thailand

Semua mayat itu pun kemudian mengambang di sungai yang dibungkus dalam karung serta jaring ikan kemudian diikat dengan tali. Menurut penyelidikan polisi setempat kedua orang tersebut adalah Kraideh luelert dan seorang lagi bernama Phuchana. Untuk 3 korban yang hilang lainnya belum ditemukan lagi sampai saat ini,

Sebagai informasi kedua mayat tersebut dirusak wajahnya serta di bagian perut ditemukan bongkahan beton. Sejumlah wartawan yang meliput pun memberikan konspirasi apakah kedua korban tersebut termasuk dalam korban penculikan organisasi masyarakat yang diberikan kekuasaan oleh Thailand untuk membunuh.

Namun secara tegas Pejabat Thailand ini kemudian membantah hal tersebut. Malah Thailand mengklaim bahwa mereka telah beberapa kali memulangkan sejumlah akticis tersebut setelah kudeta militer Thailand pada tahun 2014.

Kasus Penghinaan Kerajaan Thailand

Kasus Mutilasi Korban Di Thailand

Untuk kasus yang sama seorang aktivis bernama Surachai SaeDan juga merupakan aktivis atas junta pemerintahan militer dan kerajaan Thailand yang telah ada sejak tahun 1970. Namun apesnya dia lalu dihukum dalam sejumlah penjara termasuk didalam UU lese majeste negara yang ketat disebabkan telah melakukan penghinaan terhadap Kerajaan Thailand.

baca juga artikel berikutnya tentang hantu hotel a banjarmasin

Surachai Sae Dan merupakan aktivis pengkritik pemerintahan yang menjalankan hukuman penjara pada tahun 2012. Namun diberikan estradisi pembebasa pada tahun 2013 yang lalu.